Wakafmulia.org

Kantor Staf Presiden Kunjungi Proyek Wakaf Mulia Institute Cluster Wakaf Green House Melon Premium di Kepek Wonosari Kota Wakaf Gunungkidul

Gunungkidul, 12 Agustus 2026 — Kantor Staf Presiden (KSP) Republik Indonesia melakukan kunjungan lapangan ke Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dalam rangka monitoring efektivitas program Kota Wakaf, khususnya pengembangan aset wakaf produktif dan tata kelolanya.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda Kedeputian III Kantor Staf Presiden dalam melakukan monitoring program Kampung Zakat dan Kota Wakaf di Gunungkidul, sebagaimana tertuang dalam surat pemberitahuan kunjungan lapangan KSP Nomor B-76/KSP/D.3/08/2026 tanggal 6 Agustus 2026.
Dalam agenda hari kedua, Rabu, 12 Agustus 2026, KSP secara khusus menjadwalkan Verifikasi Kota Wakaf pada pukul 10.00–15.00 WIB, dengan fokus pada pengecekan aset wakaf produktif dan tata kelola Kota Wakaf. Kegiatan tersebut melibatkan Kanwil Kemenag, Kantor Kemenag Gunungkidul, Baznas DIY, dan Baznas Gunungkidul.

Salah satu program yang menjadi perhatian dalam pengembangan wakaf produktif di Gunungkidul adalah Program Cluster Wakaf Green House Melon Premium di Kepek, Wonosari, Gunungkidul yang dikembangkan Wakaf Mulia Institute selaku Nazhir Wakaf Uang berkolaborasi dengan Satu Wakaf Marketplace BWI selaku Agregator Investor, PT Nusa farm selaku operator bisnis, dan PC NU Gunung kidul selaku nazhir Wakaf Tanah.

Program ini merupakan bentuk pengembangan aset wakaf agar tidak hanya memiliki nilai sosial-keagamaan, tetapi juga mampu memberikan nilai ekonomi dan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

Melalui konsep cluster green house, lahan wakaf diarahkan menjadi kawasan produktif untuk budidaya melon premium dengan pendekatan pertanian modern dan terukur. Model ini diharapkan dapat menjadi salah satu contoh bagaimana aset wakaf dapat dikelola secara produktif sehingga menghasilkan manfaat ekonomi sekaligus membuka peluang pemberdayaan masyarakat.

Wakaf Produktif sebagai Penggerak Ekonomi Masyarakat

Pengembangan Cluster Wakaf Green House Melon Premium di Kepek memiliki visi yang lebih luas daripada sekadar budidaya pertanian.

Program ini diarahkan sebagai bagian dari ekosistem Kota Wakaf, di mana aset wakaf dapat dikembangkan menjadi sumber produktivitas dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dengan pengelolaan yang profesional, wakaf produktif diharapkan dapat memberikan manfaat dalam beberapa aspek, antara lain:

  1. Optimalisasi aset wakaf agar memiliki nilai produktif dan berkelanjutan.
  2. Pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan dalam aktivitas pertanian dan pengelolaan usaha.
  3. Pengembangan sektor pertanian modern berbasis teknologi green house.
  4. Membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.
  5. Menciptakan model wakaf produktif yang dapat direplikasi di wilayah lain.
  6. Membangun ekosistem ekonomi berbasis wakaf yang memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Kunjungan KSP diharapkan menjadi momentum penting untuk melihat secara langsung bagaimana konsep Kota Wakaf dapat diterjemahkan dalam bentuk program nyata di lapangan.

Dari Aset Wakaf Menjadi Aset Pemberdayaan

Konsep utama yang ingin dibangun melalui program ini adalah perubahan paradigma dalam pengelolaan wakaf: dari aset yang bersifat pasif menjadi aset yang produktif dan memberikan dampak ekonomi.

Green house melon premium menjadi salah satu alternatif model pemanfaatan aset wakaf produktif yang menggabungkan unsur wakaf, pertanian modern, kewirausahaan, dan pemberdayaan masyarakat.

Ke depan, pengembangan program ini diharapkan tidak berhenti pada aspek produksi melon, tetapi dapat berkembang menjadi sebuah ekosistem usaha yang mencakup pembibitan, budidaya, pengelolaan pascapanen, pemasaran, hingga pengembangan kapasitas sumber daya manusia.

Dengan demikian, manfaat wakaf dapat dirasakan secara lebih luas dan berkelanjutan oleh masyarakat.

Menjadi Model Pengembangan Kota Wakaf

Kehadiran Kantor Staf Presiden dalam kunjungan lapangan ini menjadi bagian penting dalam melihat perkembangan implementasi Kota Wakaf di Gunungkidul.

Secara nasional, pengembangan Kota Wakaf diharapkan mampu mendorong optimalisasi potensi wakaf sebagai instrumen pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat.

Program Cluster Wakaf Green House Melon Premium di Kepek Wonosari diharapkan dapat menjadi salah satu prototype pengembangan wakaf produktif berbasis pertanian modern, sekaligus memberikan inspirasi bagi pengelola wakaf di daerah lain untuk mengembangkan aset wakaf sesuai dengan potensi lokal masing-masing.

Kunjungan lapangan KSP pada 12 Agustus 2026 menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga keagamaan, pengelola wakaf, dan masyarakat dalam membangun ekosistem wakaf yang produktif, profesional, dan memberikan manfaat nyata.

Dari wakaf untuk kebermanfaatan. Dari aset wakaf menjadi sumber pemberdayaan. Dari Gunungkidul untuk Indonesia.

Tentang Kunjungan Lapangan KSP

Kantor Staf Presiden melalui Kedeputian III melaksanakan kunjungan lapangan di Daerah Istimewa Yogyakarta pada 11–13 Agustus 2026 dengan fokus pada Kampung Zakat, Kota Wakaf, serta penyelenggaraan Haji.

Pada 12 Agustus 2026, agenda di Gunungkidul meliputi verifikasi Kampung Zakat pada pagi hingga siang hari dan dilanjutkan dengan verifikasi Kota Wakaf pada pukul 10.00–15.00 WIB.

Gunungkidul, 12 Agustus 2026