GUNUNGKIDUL — Wakaf Mulia Institute (WMI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan wakaf produktif melalui program Cluster Wakaf Green House Melon Premium. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Peresmian dan Panen Perdana Cluster Wakaf Green House Melon Premium di Semanu, Gunungkidul.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam perjalanan pengembangan wakaf produktif, sekaligus menjadi bukti bahwa aset wakaf dapat dikembangkan secara produktif melalui pendekatan profesional dan kolaborasi berbagai pihak.

Acara tersebut dihadiri dan diikuti oleh sejumlah pemangku kepentingan, dengan rangkaian sambutan dari:
- Direktur Wakaf Mulia Institute, Bapak Eko Priyanto, SE., CWC;
- Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul, Dr. H. Mukotip, S.Ag., M.Pd.I;
- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, yang diwakili Bapak H. Nur Huda, S.Ag., M.S.I;
- Bupati Gunungkidul, yang diwakili Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Bapak Rismiyadi;
- Ketua Pelaksana BWI Pusat, Bapak M. Ali Yusuf, M.S.I;
- Direktur Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag.
Berangkat dari Besarnya Potensi Wakaf
Direktur Wakaf Mulia Institute, Eko Priyanto, SE., CWC, menyampaikan bahwa program Cluster Wakaf Green House Melon Premium berangkat dari keprihatinan sekaligus peluang terhadap masih besarnya aset wakaf yang belum dimanfaatkan secara produktif.
Menurutnya, berdasarkan data yang menjadi rujukan program, baru sekitar 9 persen tanah wakaf yang telah dimanfaatkan secara produktif. Kondisi tersebut menunjukkan adanya peluang besar untuk mengembangkan wakaf menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.
“Kami ingin membuktikan bahwa tanah wakaf bukan hanya menjadi aset yang diam, tetapi dapat dikelola menjadi aset produktif yang menghasilkan nilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat sosial secara berkelanjutan,” ujar Eko.
Membangun Ekosistem Wakaf Produktif
Program Cluster Wakaf Green House Melon Premium dikembangkan dengan pendekatan kolaboratif. Ekosistem program melibatkan berbagai pihak, mulai dari Nazhir Wakaf Uang, Nazhir Wakaf Tanah, operator bisnis, agregator, investor, wakif hingga masyarakat.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun model wakaf produktif yang profesional dan dapat dikembangkan dalam skala yang lebih luas.
“Kekuatan program ini ada pada kolaborasi. Masing-masing pihak memiliki peran dan keahlian. Ketika semuanya bersinergi, wakaf dapat menjadi sebuah ekosistem produktif yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat,” jelasnya.
Kini Berkembang Menjadi 15 Green House
Pengembangan Cluster Wakaf Green House Melon Premium saat ini telah mencapai 15 green house yang tersebar di beberapa wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sebanyak 5 green house berada di Kepek, Gunungkidul, bersama PC NU; 3 green house di Semanu, Gunungkidul, bersama Wakaf Mulia Institute; 4 green house di Bauran, Bantul, bersama MWC NU Pleret; serta 3 green house di Wates, Kulon Progo, bersama Pesantren Nurmadu.
Perkembangan tersebut menjadi pijakan untuk mencapai target berikutnya, yaitu 100 green house.
Wakaf Mulia Institute juga menargetkan pengembangan program hingga mampu memasuki pasar ekspor pada tahun 2027.

Gunungkidul Sentra Melon Premium Berbasis Wakaf
Lebih jauh, Wakaf Mulia Institute memiliki impian besar untuk menjadikan Gunungkidul sebagai sentra melon premium berbasis wakaf.
Visi tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan produk pertanian berkualitas, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat.
“Impian besar kami adalah menjadikan Gunungkidul sebagai sentra melon premium berbasis wakaf. Kami ingin wakaf hadir sebagai salah satu kekuatan untuk membangun kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Eko.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Wakaf Mulia Institute membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, baik pemerintah daerah, pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat, para nazhir, investor, dunia usaha, lembaga pendidikan maupun masyarakat.
“Kami membuka kolaborasi seluas-luasnya untuk melahirkan program wakaf produktif yang berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Panen Perdana Semanu: Wujud Kolaborasi
Khusus pada Cluster Wakaf Green House Melon Premium di Semanu yang melaksanakan panen perdana, Wakaf Mulia Institute berperan sebagai Nazhir Wakaf Uang sekaligus Nazhir Wakaf Tanah.
Program tersebut merupakan hasil kolaborasi sejumlah pihak, yaitu:
- Wakif: Bapak Mugito
- Operator: PT Nusa Farm
- Agregator: Satu Wakaf Marketplace BWI
- Investor: Bapak Fajar Sukowahyudi
- Nazhir: Wakaf Mulia Institute
- Nazhir kolaborator: Nazhir Tebar Bahagia Semesta
Wakaf Mulia Institute menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya program tersebut, termasuk Kementerian Agama, Badan Wakaf Indonesia, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, masyarakat sekitar, para nazhir, wakif, investor, operator serta seluruh mitra kolaborasi.
“Panen perdana ini bukanlah akhir, tetapi merupakan awal dari perjalanan yang lebih besar. Hari ini kita memanen melon, tetapi sesungguhnya yang ingin kita panen bersama adalah keberkahan, kemandirian ekonomi, kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan manfaat wakaf,” kata Eko.
Terpilih Mewakili Bank Indonesia dalam Fesyar Jawa 2026
Dalam kesempatan tersebut, Wakaf Mulia Institute juga menyampaikan kabar bahwa Program Cluster Wakaf Green House Melon Premium terpilih mewakili Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Yogyakarta dalam Lomba Program Wakaf Unggulan Fesyar Jawa 2026.
Eko memohon doa dan dukungan dari seluruh pihak agar program tersebut dapat memberikan hasil terbaik.
“Mohon doa dan dukungan dari Bapak/Ibu semuanya. Semoga program ini bisa memberikan hasil terbaik dan mudah-mudahan dapat menjadi pemenang,” ujarnya.
Panen perdana di Semanu diharapkan menjadi momentum untuk semakin memperkuat sinergi antara wakaf, pertanian modern, investasi dan pemberdayaan masyarakat, sekaligus menjadi inspirasi bagi pengembangan wakaf produktif di berbagai daerah.
Pantun Penutup
Ke Semanu menikmati suasana,
Petik melon bersama keluarga.
Panen perdana menjadi awal cerita,
Wakaf produktif membawa keberkahan bagi kita semua.
Wakaf Produktif — Dari Aset Menjadi Manfaat, dari Manfaat Menuju Kesejahteraan.


